Pertemuan pada Ujung Senja
Dua bulan sudah Santika bertemu Mario. Berawal dari pertemanan lewat medsos, lalu keduanya saling menyapa. Dalam waktu singkat mereka nyambung lebih dekat, hingga akhirnya saling merasa menyukai. Entah berawal dari obrolan apa, entah siapa yang memulai, dan tidak ada proses tembak-menembak. Semua ngalir begitu saja. "Aku bahagia banget bisa nyambung sama kamu," kata Santika lewat telpon. "Aku juga begitu, kamu sahabat kecilku, walaupun hanya sebentar. Namun kenangan indah itu masih melekat dalam ingatan." Mario mengenang masa kecil bersama Santika. Sambil tersenyum Santika pun mengingat kembali kenangan indah itu. "Meskipun aku bukan yang pertama, tapi aku berharap kamulah yang terakhir dalam hidupku," Mario meyakinkan Santika. "Kuharap juga kamulah orang yang mampu membahagiakanku di akhir usiaku hingga Tuhan memanggilku," jawab Santika sambil menitikkan air mata. Antara sedih, terharu, dan bahagia. Santika sedih mengingat selama ini tak pernah...